Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) secara resmi meluncurkan studi Prevention of Household Tuberculosis with Optimal Nutrition (PHOTON) melalui kegiatan Kick-Off Meeting yang diselenggarakan di Ruang Dr. J. Leimena, Kantor Kemenkes RI, Jakarta, 22 Oktober 2026.
Studi yang dipimpin oleh Universitas Indonesia (UI) ini akan menguji efektivitas intervensi gizi dalam mencegah tuberkulosis (TB) pada kontak serumah pasien TB dan diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah bagi pengembangan strategi pencegahan TB di Indonesia maupun tingkat global.
Peluncuran PHOTON menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, institusi akademik, mitra penelitian internasional, serta berbagai pemangku kepentingan kesehatan untuk menjawab tantangan TB yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Indonesia saat ini masih menempati peringkat kedua negara dengan beban TB tertinggi di dunia, dengan lebih dari satu juta kasus baru setiap tahunnya.
Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni, Hamdi Muluk, menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan penelitian yang mampu menjawab persoalan kesehatan yang kompleks. Menurutnya, keterlibatan UI dalam studi PHOTON menunjukkan komitmen universitas dalam menghasilkan bukti ilmiah yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis riset.
“Ini adalah studi dalam skala besar yang pertama kali dilakukan, sehingga menjadi capaian yang sangat bagus untuk Indonesia. Tentu kami bangga dapat memberikan evidence yang kuat melalui pendekatan ilmiah untuk mendukung pengambilan kebijakan,” ujar Hamdi Muluk.
Studi PHOTON dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bukti ilmiah yang lebih kuat mengenai hubungan antara status gizi dan risiko TB. Direktur Center for Global Resilience in Health and Nutrition (C-GRHEN) sekaligus Principal Investigator PHOTON Indonesia, Rina Agustina, menjelaskan intervensi gizi berpotensi menjadi strategi pelengkap dalam upaya perlindungan kelompok rentan serta mendukung percepatan eliminasi TB.
PHOTON merupakan uji klinis berskala besar yang melibatkan total 78.400 peserta di Indonesia dan Tanzania, dengan lebih dari 42.000 peserta berasal dari Indonesia. UI melalui C-GRHEN akan menjadi ujung tombak dalam proses penelitian di Indonesia, yang berkolaborasi dengan Summit Institute for Development (SID), Siklus Indonesia, serta University of Oxford.
Sementara itu, pelaksanaan di Tanzania dipimpin oleh National Institute for Medical Research (NIMR). Studi ini didukung pendanaan dari Gates Foundation, Wellcome Trust, dan Novo Nordisk Foundation.
Menurut Rina, PHOTON tidak hanya penting karena skala penelitiannya yang besar, tetapi juga karena menunjukkan peran aktif Indonesia dalam kepemimpinan ilmiah global. “Indonesia tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga berperan aktif dalam kepemimpinan ilmiah, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, penyusunan protokol, perancangan, hingga pelaksanaan studi bersama mitra internasional dan nasional,” ujarnya.
Kegiatan Kick-Off Meeting PHOTON turut dihadiri oleh berbagai mitra strategis dari dalam dan luar negeri, termasuk Chris Carp, Director of Global Health Discovery and Translational Sciences dari Gates Foundation, perwakilan Wellcome Trust dan Novo Nordisk Foundation, pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Besar Biomedis dan Genomik Kesehatan (BBGK), pemerintah daerah, dan berbagai institusi mitra penelitian.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan upaya pengendalian TB memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif daripada sekadar pengobatan medis. Menurutnya, intervensi gizi dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam penguatan strategi pencegahan TB di masa depan. “Jawaban dari tantangan ini mungkin selama ini ada di piring makan kita,” ujar Dante, menyoroti pentingnya aspek nutrisi dalam pengendalian TB.
Dante menekankan hasil PHOTON diharapkan tidak hanya memperkuat pendekatan berbasis bukti dalam penanganan TB, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi komunitas ilmiah global. Ia juga mengapresiasi peran UI dan seluruh mitra penelitian yang akan mengawal pelaksanaan studi selama lima tahun ke depan.
Melalui PHOTON, para peneliti akan mengkaji lebih lanjut potensi intervensi gizi dalam mencegah TB pada kelompok berisiko. Studi ini diharapkan menghasilkan bukti ilmiah yang dapat memperkuat kebijakan pencegahan TB, mendukung percepatan eliminasi TB nasional, serta mempertegas posisi Indonesia dan UI dalam memimpin penelitian kesehatan global yang berdampak bagi masyarakat luas.

Discussion about this post