• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Perburuan dan Erosi Genetik Ancam Ayam Hutan Indonesia

Ayam hutan memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas manusia.

by Admin
Jumat, 14 Agustus 2026
A A
Perburuan dan Erosi Genetik Ancam Ayam Hutan Indonesia

Keberadaan ayam hutan Indonesia menghadapi tekanan dari penyusutan habitat, perburuan, hingga persilangan dengan jenis ayam lain. Kondisi ini tidak hanya mengancam populasi di alam, tetapi juga dapat menghilangkan kemurnian genetik ayam hutan sebagai bagian dari kekayaan biodiversitas Indonesia.

Dosen sekaligus Ketua Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University Nyoto Santoso menjelaskan, populasi ayam hutan secara umum mengalami penurunan akibat semakin menyempitnya habitat.

BacaJuga

Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka

Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan

“Perubahan kawasan hutan menjadi perkebunan, pertanian, pertambangan, maupun penggunaan lainnya memberikan tekanan terhadap ruang hidup ayam hutan,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Nyoto, ayam hutan memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Satwa ini masih dapat ditemukan di kawasan perkebunan selama tersedia ruang terbuka atau area berhutan yang dapat menjadi habitat.

“Kalau manusia tidak mengganggu, walaupun itu perkebunan sawit, ayam hutan masih bisa tumbuh dan berkembang karena makanannya banyak, seperti serangga dan biji-bijian,” katanya.

Nyoto menilai ancaman yang semakin serius justru berasal dari perburuan. Ayam hutan jantan yang responsif terhadap suara kokok ayam hutan lain kerap dimanfaatkan pemburu untuk memancing dan menangkapnya. Tingginya permintaan penghobi turut memperkuat tekanan tersebut.

Ayam hutan banyak dicari bukan untuk dikonsumsi, melainkan sebagai satwa peliharaan dan indukan untuk persilangan dengan ayam kampung guna menghasilkan ayam bekisar. Persilangan juga dilakukan dengan ayam kate, ayam ketawa, dan jenis ayam lainnya.

“Jika berlangsung tanpa pengendalian, kondisi ini dapat menyebabkan erosi genetik dan membuat kemurnian ayam hutan asli semakin sulit dipertahankan,” kata dia.

Indonesia memiliki dua jenis ayam hutan asli, yakni ayam hutan merah (Gallus gallus) dan ayam hutan hijau (Gallus varius). Ayam hutan merah tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, sementara ayam hutan hijau ditemukan di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Nyoto mengatakan, menjaga galur murni menjadi bagian penting dalam konservasi ayam hutan Indonesia. Penangkaran dapat menjadi salah satu solusi, tetapi perlu dilakukan secara resmi dengan memperhatikan asal-usul genetik induk.

“Pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) perlu mendorong penangkaran berizin serta menyediakan indukan yang sesuai bagi masyarakat maupun perguruan tinggi. Peran perguruan tinggi penting untuk penelitian pembiakan, perilaku, adaptasi, dan pemeliharaan ayam hutan di penangkaran,” ujarnya.

“Yang sangat penting adalah adaptasi terhadap tempat itu dan bagaimana mereka bisa menjalani hidup di dalam kandang. Hasil penangkaran juga dapat diarahkan untuk meningkatkan populasi dan mendukung pelepasliaran kembali,” kata Nyoto.

Konservasi ayam hutan pada akhirnya membutuhkan perlindungan habitat, pengendalian perburuan, penangkaran berizin, serta penjagaan kemurnian genetik secara bersama-sama.

Tags: ayam hutanipb universityNTBNTT
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.