• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Ancaman Penyakit Pes, Pakar Imbau Penguatan Surveilans Tikus

Ada beberapa bentuk manifestasi penyakit pes. Salah satu yang paling serius ialah pneumonic plague atau pes pneumonik, yakni infeksi yang menyerang jaringan paru-paru.

by Prohealth
Senin, 12 Oktober 2026
A A
Ancaman Penyakit Pes, Pakar Imbau Penguatan Surveilans Tikus

Kementerian Kesehatan RI mulai meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk Indonesia menyusul dugaan wabah pes (plague) di Irkutsk, Siberia, Rusia. Kasus ini bermula dari kematian seorang pekerja laboratorium yang disinyalir erat kaitannya dengan paparan bakteri penyebab pes, Y. pestis.

Adapun kasus ini sebelumnya memunculkan kekhawatiran akan timbulnya dugaan wabah pes. Meski begitu, otoritas Rusia menyebut bahwa kematian tersebut disebabkan oleh pneumonia yang belum dapat dipastikan penyebabnya.

BacaJuga

Pemerintah Janji Percepat Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintahan Klaim Peningkatan Cek Kesehatan Gratis dan Penanganan Tuberkulosis

Menanggapi hal ini, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK) UGM, Tri Wibawa, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berita yang beredar agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak diperlukan.

“Hingga saat ini belum jelas apa yang terjadi di Rusia, apakah merupakan penyakit pes ataukah bentuk penyakit yang lainnya. Sehingga tidak dapat berspekulasi untuk penyebaran dan mekanisme penularannya di Indonesia,” kata Tri, Senin, 12 Oktober 2026 di laman UGM.

Meski begitu, Tri menjelaskan, kewaspadaan akan penyakit pes tetap diperlukan mengingat bakteri Y. pestis masih ditemukan pada hewan pengerat liar yang dapat menjadi perantara penyebaran penyakit tersebut. “Dengan demikian, selalu ada potensi untuk muncul penyakit pes pada manusia setiap saat, meskipun sudah puluhan tahun tidak ditemukan laporan penyakit pes pada manusia di Indonesia,” katanya.

Ia menerangkan penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang terutama ditularkan melalui gigitan pinjal yang terinfeksi, khususnya pinjal pada tikus. Tri mengungkapkan penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau jaringan hewan yang terinfeksi, serta melalui droplet yang mengandung bakteri.

Tri menambahkan, terdapat beberapa bentuk manifestasi penyakit pes. Salah satu yang paling serius ialah pneumonic plague atau pes pneumonik, yakni infeksi yang menyerang jaringan paru-paru. “Jenis ini dapat menular dari hewan ke manusia maupun antarmanusia melalui droplet,” katanya.

Demi mengantisipasi kemungkinan kemunculan penyakit pes, Tri menggarisbawahi akan pentingnya penguatan surveilans secara berkesinambungan terhadap keberadaan bakteri Y. pestis pada vektor, terutama tikus. Selain itu, ia memberi saran agar pengendalian populasi tikus juga perlu menjadi perhatian karena hewan pengerat tersebut merupakan bagian dari lingkungan yang dekat dengan kehidupan manusia.

Menurut pandangan Tri, kesiapan sistem pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan dalam mengenali penyakit pes juga perlu diperkuat. Hal ini penting mengingat penyakit tersebut sudah lama tidak ditemukan pada manusia di Indonesia.

Sehingga kemampuan mengenali gejala dan memberikan penanganan yang tepat menjadi krusial. “Terapi antibiotik yang cepat dan tepat menjadi kunci dari penanganan penyakit ini,” tutur Tri.

Tags: penyakit pestikusugmuniversitas gadjah mada
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Sertifikasi Halal Diundur, akibat Tekanan Oligarki Industri Rokok?
  • Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka
  • Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan
  • Monas, Borobudur, dan IKN Bersinar Biru Serukan Perdamaian dan Solidaritas Global
  • Karhutla Membara, Pembiayaan Perusak Hutan Jadi Sorotan di CBD COP17
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.