• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Lagu Merendahkan Perempuan, Pentingnya Ruang Informasi Ramah Keluarga

Setiap narasi yang merendahkan seseorang, baik perempuan maupun laki-laki, berpotensi mempengaruhi cara keluarga memandang nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada anggotanya.

by Prohealth
Senin, 20 Juli 2026
A A
Lagu Merendahkan Perempuan, Pentingnya Ruang Informasi Ramah Keluarga

Polemik lagu yang dinyanyikan salah satu pejabat publik dan dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan memicu banyak tanggapan di masyarakat.

Menurut Rahmi Damayanti, dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University, kejadian ini perlu dipandang lebih luas sebagai pengingat pentingnya membangun ruang informasi yang mendukung nilai-nilai kehidupan keluarga.

BacaJuga

Mengapa Indonesia Menolak Pernyataan Resmi Pengendalian Tembakau dan Hipertensi di RC77

KPAI: Tragedi Kekerasan Anak Jangan Hanya Lahirkan Aturan Reaktif

Rahmi menjelaskan, keluarga tidak hidup terpisah dari lingkungan. Setiap hari, keluarga menerima berbagai informasi melalui media, karya seni, maupun ruang publik yang kemudian dimaknai dan dapat memengaruhi nilai-nilai yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting bukan sekadar polemik sebuah lagu, tetapi bagaimana kita bersama-sama menghadirkan ruang informasi yang ramah keluarga dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia,” ujarnya, Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia menekankan setiap narasi yang merendahkan seseorang, baik perempuan maupun laki-laki, berpotensi mempengaruhi cara keluarga memandang nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada anggotanya. Karena itu, ruang publik perlu menghadirkan konten yang menghormati martabat manusia.

Menurut Rahmi, besarnya respons masyarakat terhadap polemik itu justru merupakan sinyal positif. Hal itu menunjukkan masyarakat masih memiliki kepekaan terhadap karya atau informasi yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai yang mereka yakini.

“Kepekaan ini penting karena menunjukkan masyarakat tidak apatis terhadap nilai yang berkembang di sekitarnya. Lingkungan informasi yang sehat juga menjadi modal penting bagi keluarga dalam menanamkan nilai kehidupan,” jelasnya.

Rahmi mengingatkan, apabila narasi yang merendahkan seseorang terus dianggap sebagai candaan atau sesuatu yang lumrah, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh kelompok yang menjadi sasaran. Tapi juga dapat mengikis nilai-nilai dasar dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, normalisasi narasi yang merendahkan berpotensi melemahkan sikap saling menghargai, saling menjaga, dan menghormati sesama sebagai pribadi yang bermartabat. Oleh sebab itu, polemik ini sebaiknya menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran keluarga sebagai tempat pertama menanamkan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Rahmi berharap masyarakat semakin bijaksana dalam menyikapi maupun menghasilkan karya di ruang publik. Menurutnya, setiap karya memiliki ruang untuk berekspresi, tetapi juga mengemban tanggung jawab moral karena akan diterima dan dimaknai oleh masyarakat, termasuk keluarga.

Ia menambahkan, keluarga, masyarakat, media, dan para pembuat karya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan informasi yang sehat. Dengan kolaborasi tersebut, ruang publik diharapkan mampu mendukung tumbuhnya nilai-nilai yang menghargai martabat manusia sekaligus memperkuat nilai kehidupan berkeluarga.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Apakah Kanker Menurun dari Orang Tua?
  • Imbas Karhutla pada Kesehatan Janin dan Generasi Mendatang
  • Sumpah Pemuda: Momentum Perlindungan Generasi Muda dari Bahaya Asap Rokok
  • Konferensi Tingkat Tinggi Obesitas Global Digelar di Madrid
  • Karhutla Ancam Krisis Ekologis Global, Dorong Restorasi Berbasis Sains
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.