• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Rumah Sakit Lapangan di Ruteng Dilengkapi Ruang Operasi dan 100 Tempat Tidur

Rumah sakit lapangan ini disiapkan untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terkena dampak gempa.

by Admin
Rabu, 19 Agustus 2026
A A
Rumah Sakit Lapangan di Ruteng Dilengkapi Ruang Operasi dan 100 Tempat Tidur

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan pelayanan kesehatan dan tindakan operasi bagi korban gempa tetap berjalan di tengah kerusakan fasilitas kesehatan akibat bencana.

Rumah sakit lapangan ini disiapkan untuk mendukung pelayanan RSUD Ruteng yang terkena dampak gempa. Menkes Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung persiapan fasilitas tersebut pada Selasa, 18 Agustus 2026.

BacaJuga

Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia

Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya

“Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi,” ujar Budi.

Selain ruang rawat inap dan ruang operasi, rumah sakit lapangan juga dilengkapi satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD). Dengan tiga tenda rawat inap yang masing-masing berkapasitas 20 pasien, fasilitas awal rumah sakit lapangan dapat menyediakan sekitar 60 tempat tidur.

Kemenkes berencana menambah tenda rawat inap sehingga kapasitas rumah sakit lapangan dapat ditingkatkan menjadi sedikitnya 100 tempat tidur. Tenda tambahan dikirim dari Bali untuk memperkuat kapasitas pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” kata Budi.

Rumah sakit lapangan dirancang untuk memberikan pelayanan yang aman dan nyaman bagi pasien. Area rawat inap menggunakan lantai khusus yang memudahkan mobilisasi pasien maupun peralatan medis, sekaligus membantu menjaga kebersihan dan mencegah masuknya air ke dalam tenda ketika terjadi hujan.

Tenda yang digunakan merupakan tenda standar tanggap bencana yang telah digunakan dalam berbagai respons bencana di dunia, termasuk oleh organisasi kemanusiaan internasional. Fasilitas ini dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kebutuhan pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Salah satu fasilitas utama yang disiapkan adalah ruang operasi. Tenda ruang operasi dirancang sebagai ruang steril yang dapat diisolasi untuk menjaga standar keselamatan dan pencegahan infeksi selama tindakan pembedahan.

Ruang operasi dilengkapi dengan lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruang tersebut akan melalui proses pembersihan dan sterilisasi.

“Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh,” kata Budi.

Kehadiran ruang operasi di rumah sakit lapangan menjadi penting untuk memastikan pasien dengan kondisi trauma, termasuk patah tulang akibat tertimpa bangunan, dapat segera memperoleh tindakan medis tanpa harus menunggu hingga fasilitas rumah sakit utama kembali berfungsi.

Kemenkes juga akan mereplikasi konsep rumah sakit lapangan serupa di Kabupaten Nagekeo. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di dua wilayah yang fasilitas rumah sakit rujukannya terdampak gempa.

“Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo,” ujar Budi.

Pembangunan rumah sakit lapangan merupakan bagian dari respons cepat Kemenkes dalam memulihkan dan menjaga kesinambungan layanan kesehatan pascagempa bumi di NTT. Selain membangun fasilitas pelayanan sementara, Kemenkes juga terus memobilisasi tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis, untuk menangani pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan dan tindakan operasi.

Dengan dukungan fasilitas rumah sakit lapangan, tenaga medis, dan logistik kesehatan, Kemenkes memastikan masyarakat terdampak gempa tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan sesuai kebutuhan.

Tags: gempa NTTkementerian kesehatanrumah sakitrumah sakit lapangan
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Bakteri Pembawa Gen Resistansi Antimikrob Ditemukan di Ekosistem Pemotongan Hewan, Ini Penjelasannya
  • Seperlima Penyakit Penyebab Disabilitas Disumbang oleh Katarak
  • Bahaya Vape bagi Kesehatan, 35 Negara Melarang
  • Negara Hukum: Fatamorgana yang Makin Digilas Kuasa
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.