• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Tips Keselamatan Hadapi Kebakaran Hutan dan Lahan

Pelajari dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap anak-anak serta cara melindungi keluarga Anda.

by Admin
Jumat, 11 September 2026
A A
Pakai Masker dan Pantau Kualitas Udara untuk Cegah Dampak Asap Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan semakin sering terjadi di berbagai belahan dunia. Peningkatan suhu global menyebabkan kondisi lingkungan yang lebih panas dan kering, sehingga menciptakan kondisi ideal bagi kebakaran yang mematikan dan merusak ini.

Unicef menyatakan kebakaran hutan dan lahan menimbulkan risiko langsung terhadap apa pun yang berada di jalurnya. Sementara asapnya dapat menimbulkan risiko yang menjangkau wilayah luas dan berlangsung lama, terutama bagi anak-anak.

BacaJuga

Mengapa Indonesia Menolak Pernyataan Resmi Pengendalian Tembakau dan Hipertensi di RC77

KPAI: Tragedi Kekerasan Anak Jangan Hanya Lahirkan Aturan Reaktif

Seiring meningkatnya skala dan frekuensi kebakaran hutan dan lahan, serta karena asap dapat menyebar hingga jarak yang jauh, penting bagi orang tua dan pengasuh untuk mengetahui cara melindungi keluarga dari dampak berbahaya asap kebakaran.

Karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, sistem kekebalan tubuh dan paru-paru mereka yang masih berkembang membuat mereka sangat rentan terhadap dampak berbahaya asap kebakaran hutan dan lahan, yang lebih beracun dibandingkan polusi udara sehari-hari.

Partikel halus yang dilepaskan oleh kebakaran hutan dan lahan, yang dikenal sebagai PM2.5, dapat masuk jauh ke dalam paru-paru anak dan memengaruhi kesehatan serta kesejahteraan mereka, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Paparan asap kebakaran hutan dan lahan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko luaran kelahiran yang tidak diinginkan, termasuk: kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan kemungkinan kelainan bawaan tertentu, meskipun bukti yang tersedia masih belum meyakinkan

Bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah selanjutnya dapat menghadapi risiko lebih tinggi mengalami penyakit pernapasan, gangguan pertumbuhan, hambatan perkembangan, dan kematian.

Bayi dan anak usia dini sangat rentan karena paru-paru, sistem kekebalan tubuh, otak, dan organ lainnya masih berkembang. Mereka juga menghirup lebih banyak udara dibandingkan dengan berat badannya dan dapat lebih banyak terpapar debu serta abu yang terkontaminasi melalui aktivitas merangkak dan kebiasaan memasukkan tangan ke mulut.

Kesiapsiagaan dapat membantu keluarga Anda tetap aman dan bersama dalam situasi darurat. Jika Anda tinggal di wilayah yang berisiko mengalami kebakaran hutan dan lahan, selalu lakukan kontak dengan kepala desa atau otoritas terdekat, atau pergi ke balai desa/kantor kelurahan untuk mencari tahu proses evakuasi.

Selalu perhatikan informasi cuaca dan kualitas udara setempat serta imbauan kesehatan masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan asap kebakaran hutan dan lahan. Kenali gejala akibat menghirup asap kebakaran agar Anda dapat segera bertindak untuk mencegah masalah kesehatan lebih lanjut.

Tags: Anakkarhutlakebakaran hutan dan lahanUNICEF
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.