• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Tips Porsi Aman Konsumsi Olahan Daging Kurban

Mengonsumsi olahan daging secara berlebih langsung membebani metabolisme tubuh.

by Admin
Selasa, 26 Mei 2026
A A
Tips Distribusi Daging Kurban yang Aman dan Sehat

Idul Adha identik dengan limpahan daging, baik sapi maupun kambing. Namun, situasi ini sering memicu pola konsumsi daging yang berlebihan dalam waktu singkat atau overconsumption. Fenomena musiman ini memerlukan perhatian khusus karena masyarakat cenderung mengabaikan batasan porsi demi merayakan hari raya.

Pakar Gizi Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi, menjelaskan bahwa mengonsumsi olahan daging secara berlebih langsung membebani metabolisme tubuh. Tubuh manusia akan mengalami lonjakan simultan pada asupan protein, lemak jenuh, kolesterol, purin, dan energi secara bersamaan.

BacaJuga

Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis

Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia

“Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat memicu peningkatan trigliserida, stres oksidatif, surplus energi sementara setelah makan tinggi lemak dan energi,” tuturnya.

Masyarakat sering menuduh lemak jenuh pada daging sebagai penyebab utama lonjakan instan tekanan darah dan kolesterol. Namun, Mahmud meluruskan anggapan itu. Sebab, masalah sebenarnya bersumber dari keseluruhan pola makan (overall dietary pattern).

Lonjakan tekanan darah atau kolesterol saat Idul Adha, kata dia, biasanya merupakan kombinasi berbagai faktor. Faktor itu adalah konsumsi garam tinggi, santan, gorengan, porsi berlebih, kurang serat, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik.

Secara klinis, ucap Mahmud, para tenaga kesehatan memang sering mendapati peningkatan keluhan pasien berkaitan dengan asam urat, tekanan darah tidak terkontrol, hiperglikemia, hingga gangguan lipid pasca-hari raya. Meski demikian, dampak terbesar konsumsi ini sebenarnya bersifat jangka panjang dan kumulatif.

Menurut dia, jika seseorang terus melanjutkan pola makan tinggi lemak jenuh tersebut secara konsisten. Mahmud berpesan, “Jika konsumsi tidak sehat konsisten, ini yang akan menimbulkan masalah. Jika hanya pada hari raya, Insya Alah tidak masalah, selama dibatasi dan tidak berlebihan.”

Ia mengatakan Idul Adha sebenarnya mengemban misi sosial yang penting karena menjadi momentum bagi semua kalangan, terutama kelompok berpendapatan rendah, untuk memperoleh protein hewani berkualitas tinggi. Kandungan gizi dalam daging merah sangat berguna untuk mendukung pertumbuhan anak, mencegah malnutrisi, membentuk otot, serta mengoptimalkan fungsi imun tubuh.

Oleh karena itu, kata dia, pendekatan edukasi yang paling realistis bukan berupa larangan mutlak bagi masyarakat untuk makan daging. Namun, ajakan untuk mengatur porsi, mendistribusikan waktu konsumsi, memilih metode memasak yang lebih sehat, serta mengombinasikannya dengan sayur dan buah.

Mahmud mengatakan masyarakat dapat menerapkan strategi edukasi berbasis panduan yang jauh lebih mudah diterima daripada pendekatan yang penuh larangan restriktif. Pendekatan edukasi paling realistis adalah bukan melarang makan daging, tetapi mendorong keseimbangan menu.

“Sebanyak 1/3 piring sayur dan buah, membatasi santan, dan gorengan, kombinasi dengan menggunakan teknik rebus atau kukus, mengatur porsi daging, memperbanyak air putih, dan menjaga aktivitas fisik,” ungkapnya.

ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.