• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, November 2, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Inversi Suhu Atmosfer Bikin Dentuman Anak Krakatau Terdengar hingga Bandung

Inversi suhu merupakan suatu keadaan ketika suhu udara justru meningkat terhadap ketinggian.

by Tim Prohealth
Senin, 14 September 2026
A A
Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pantau Dampak &  Soekarno-Hatta Tutup

Suara dentuman yang dihasilkan erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah, termasuk Bandung. Menurut dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, kejadian ini dapat dipengaruhi oleh lapisan inversi suhu atmosfer.

“Kondisi atmosfer, khususnya saat terjadi lapisan inversi suhu, dapat membuat gelombang suara dari letusan merambat lebih jauh dan terdengar lebih kuat di permukaan,” ujar Sonni.

BacaJuga

Inilah Tujuh Kandidat Direktur Jenderal WHO

Jakarta Boleh Mengejar Status Kota Global, Tapi Jangan Meninggalkan Kampung Kota

Inversi suhu merupakan suatu keadaan ketika suhu udara justru meningkat terhadap ketinggian. Dalam kondisi atmosfer normal, suhu udara umumnya menurun seiring bertambahnya ketinggian.

“Lapisan inversi terbentuk ketika udara di dekat permukaan mengalami pendinginan lebih cepat dibandingkan udara di atasnya. Pendinginan ini dapat terjadi akibat pendinginan radiatif di permukaan, masuknya adveksi udara dingin dan kering, maupun proses meteorologis lainnya,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini berpengaruh terhadap perambatan gelombang akustik. Suara merupakan gelombang yang merambat melalui udara, dengan kecepatan rambat yang dipengaruhi oleh suhu.

Perbedaan suhu antarlapisan atmosfer dapat menyebabkan gelombang suara mengalami refleksi (pemantulan) atau refraksi (pembiasan), mana yang dominan sangat bergantung dari variasi suhu secara vertikal.

Jika variasi suhu udara berkurang secara vertikal, maka refraksi lebih dominan terjadi, sedangkan jika variasi suhu udara bertambah secara vertikal maka refleksi lebih dominan terjadi.

“Pada kondisi inversi, pembelokan gelombang akustik menyebabkan lintasan sinar gelombang melengkung kembali ke arah bawah sehingga suara dari sumber yang jauh masih dapat terdengar di permukaan,” ujarnya.

Dalam konteks erupsi Anak Krakatau, aktivitas letusan tidak hanya menghasilkan material vulkanik, tetapi juga melepaskan energi dalam bentuk gelombang akustik. Ketika gelombang tersebut merambat melalui atmosfer yang memiliki kondisi inversi, energi suara dapat mengalami pembelokan dan pemantulan sehingga jangkauan suara menjadi lebih jauh.

“Lapisan inversi dapat membuat suara letusan terdengar lebih jauh. Secara sederhana, kondisi ini seperti terbentuknya ruang yang membantu mempertahankan energi suara sehingga tidak langsung menyebar ke atmosfer bagian atas,” katanya.

Topografi wilayah juga dapat memperkuat kondisi ini. Udara dingin cenderung terakumulasi di wilayah cekungan atau dataran rendah sehingga lebih mendukung terbentuknya lapisan inversi.

“Cekungan Bandung merupakan salah satu wilayah yang secara topografis rentan mengalami akumulasi udara dingin. Ketika kondisi atmosfer mendukung terbentuknya inversi, wilayah ini dapat menjadi jalur yang memungkinkan energi suara merambat lebih jauh,” ungkapnya.

Energi gelombang yang mencapai wilayah penerima tidak hanya dapat terdengar sebagai dentuman, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menimbulkan getaran pada benda di sekitar, seperti kaca jendela, pintu, maupun bagian bangunan.

Fenomena ini menunjukkan suara dentuman yang terdengar masyarakat tidak selalu berasal dari sumber yang berada dekat dengan lokasi mereka. Aktivitas erupsi sebagai sumber energi, kondisi atmosfer sebagai media perambatan, serta topografi wilayah menjadi faktor yang bersama-sama menentukan sejauh mana suara dapat terdengar.

Tags: dentuman erupsi Anak Krakataugelombang akustikinversi suhu atmosferipb university
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Negeri yang Berjanggut Berhasil Hilangkan Penularan HIV dari Ibu ke Anak
  • Kampus Sudah Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Tapi Mengapa Masih Banyak yang Klepas-klepus?
  • Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan Kembali Ditunda, Ada Indikasi Lobi Industri
  • Inilah Tujuh Kandidat Direktur Jenderal WHO
  • Bagaimana Asap Rokok dan Vape Mengintai Kesehatan Masyarakat, Ini Penjelasan Dokter Paru
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.