• Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Prohealth
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prohealth
No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

Kematian Gajah Yuna, BKSDA Aceh Perkuat Deteksi Dini Serangan Virus

Sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala per tiga bulan.

by Admin
Kamis, 13 Agustus 2026
A A
Kematian Gajah Yuna, BKSDA Aceh Perkuat Deteksi Dini Serangan Virus

Kabar duka mendalam menyelimuti Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh. Yuna, gajah anakan betina berusia di bawah tiga tahun dari induk Gajah Suci, menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 11 Agustus 2026 malam. Berdasarkan diagnosa awal medis, peristiwa berpulangnya Yuna diduga kuat akibat serangan Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), jenis virus mematikan yang sangat rentan menyerang anak gajah.

Kondisi kesehatan Yuna memburuk dalam waktu yang sangat cepat. Pada Selasa pagi hingga siang hari, Yuna masih terpantau aktif beraktivitas seperti biasa. Kondisi tidak biasa baru terlihat pada pukul 16.00 WIB ketika mahout atau pawang gajah mendapati Yuna dalam keadaan lemas, mata bengkak dan merah, wajah membengkak, serta lidah pucat membiru.

BacaJuga

Kode Merah Orangutan Tapanuli: Dari Armenia Mendesak Penyelamatan Kera Besar Terlangka

Matahari Tepat di Atas Jawa, Ini Penyebab Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Diguyur Hujan

Tim dokter hewan BKSDA Aceh dibantu mahout segera memberikan tindakan medis darurat berupa pemberian cairan infus dan multivitamin. Namun, kondisi kesehatan Yuna terus menurun secara drastis hingga terjatuh lemas dan nyawanya tidak tertolong pada pukul 20.48 WIB. Tim medis kemudian langsung melakukan prosedur nekropsi hingga proses pemakaman selesai pada pukul 00.30 WIB dini hari.

Sebelum kejadian, kondisi kesehatan Yuna berada dalam pemantauan rutin harian dan evaluasi berkala per tiga bulan. Hasil pemeriksaan medis terakhir pada Juni 2026 menunjukkan Yuna dalam keadaan sehat dengan nilai Body Condition Index Score (BCIS) 5,5 (skala ideal gajah jinak 5–7). Dalam dua hari sebelum peristiwa duka ini pun tidak ditemukan indikasi gejala sakit maupun penurunan kondisi fisik.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menjelaskan gajah-gajah binaan BKSDA Aceh di PLG Saree, CRU Peusangan, maupun CRU Trumon selalu mendapatkan pemeriksaan rutin harian dan general check-up berkala.

Kondisi Yuna drop sangat cepat, yang berdasarkan diagnosa awal dipicu oleh serangan virus mematikan bagi anak gajah. Secara makroskopis, gejalanya terlihat dari pembengkakan wajah, mata merah, dan mukosa lidah kebiruan, serta perubahan mikroskopis berupa pendarahan (hemoragik) pada organ pencernaan dalam.

“Untuk mempertegas penyebab pasti berpulangnya Yuna, kami telah mengambil sampel organ guna pengujian laboratorium lebih lanjut,” katanya.

Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV) merupakan virus herpes khusus yang menginfeksi gajah, terutama anak gajah berumur di bawah 14 tahun. Virus ini merusak lapisan dalam pembuluh darah (endothelium), menyebabkan kebocoran darah dan cairan tubuh ke organ dalam yang memicu syok fatal serta kematian mendadak dalam kurun waktu 24–48 jam, dengan tingkat kematian mencapai 80%.

Penularan EEHV dapat terjadi melalui sekresi belalai, air liur, maupun feses. Kasus serupa pernah menginfeksi anak gajah Intan (4 tahun 3 bulan) di CRU Trumon, Aceh Selatan, pada tahun 2021 lalu.

Sebagai langkah antisipasi cepat, BKSDA Aceh memperketat pemantauan dan deteksi dini terhadap gajah-gajah anakan lainnya.

“Kami segera melakukan uji medis dan deteksi dini terhadap gajah anakan lain yang berusia di bawah 14 tahun, khususnya gajah Gerry, Yuyun, dan Dilan, guna mengantisipasi serta meminimalkan potensi penyebaran virus tersebut,” kata Ujang.

Tags: AcehBKSDAgajah tewasVirus
ShareTweetSend

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=6npF_Ocn5bw&t=138s

Pos-pos Terbaru

  • Koalisi Masyarakat Sipil Batam: Hentikan Represi dan Kriminalisasi Terhadap Pers dan Warga Sipil
  • Kemenkes dan IDI Perkuat Wujudkan Reformasi Pembiayaan Kesehatan dan Perlindungan Tenaga Medis
  • Menginspirasi Para Pendonor Darah Muda di Seluruh Dunia
  • BNN: 98 Persen Vape Mengandung Narkotika, Psikotropika, atau NPS
  • Tindakan Bersama Menekan Risiko Penyakit Zoonosis di Indonesia
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Perempuan dan Anak
  • Profil
  • Regulasi
  • Lingkungan
  • Cek Fakta
  • Opini
  • Infografis

© 2024 Prohealth.id | Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli.